PERCOBAAN 2 MEMBUAT ROBOT HUMANOID  journal.pdf

1. TUJUAN: AGAR BAMASIS MAMPU MEMBUAT ROBOT HUMANOID

2. ALAT DAN BAHAN:

A. LAPTOP

B. 3D SMAX

C. MOTOR SERVO

D. MOTOR DC

E. TRANSMITTER

F. RECEIVER

G. KAMERA

H. VIDEO SENDER

I. VIDEO RECEIVER

J. ARDUINO

K. DTMF

3. LANDASAN TEORI

A. JELASKAN TENTANG ROBOT KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA!

Istilah Robot berasal dari bahasa Ceko “robota” yang berarti pekerja atau kuli. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang penulis drama yang berasal dari Ceko bernama Karel Capek pada tahun 1920 pada pertunjukan drama Rossum’s Universal Robots. Sejak saat itu istilah ini berkembang dan diterapkan di berbagai macam perangkat mekanik, teleoperators, kendaraan dalam air, dan lainnya.

Gambar 2.1 Robot ATLAS dari Boston Dynamics

          Definisi robot menurut Robot Institute of America (RIA) adalah manipulator multifungsi yang dapat diprogram ulang yang dirancang untuk memindahkan material, benda, peralatan, atau piranti khusus melalui gerakan yang telah dirancang untuk melakukan berbagai macam tugas. Robot sesuai dengan yang telah di definisikan berawal dari perpaduan dua teknologi yaitu teleoperators dan numerically controlled milling machines. Teleoperators atau perangkat master-slave dikembangkan selama Perang Dunia II untuk menangani material radioaktif. Sementara Computer Numerical Control (CNC) dikembangkan pula pada saat itu karena kebutuhan terhadap tingkat

kepresisian yang tinggi dari beberapa piranti, seperti komponen pada pesawat terbang. Robot yang pertama merupakan penggabungan rangkaian mekanik dari teleoperator dengan mesin CNC yang dapat diprogram dan bekerja secara otomatis. Robot tersebut awalnya diterapkan pada mesin pemindah material, pengelas, dan pengepres.

Jenis robot dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan kemampuan seluruh bagian mekaniknya untuk berpindah tempat, yakni robot mobile dan fixed robot. Pada perkembangannya banyak sekali jenis robot yang dibuat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, salah satunya adalah robot humanoid yang ditunjukkan oleh Gambar 2.1.

Kelebihan:

1.     Efisiensi tinggi: Robot dapat bekerja lebih cepat dan lebih presisi dibandingkan manusia dalam tugas-tugas tertentu, seperti di lini produksi industri.

2.     Pengurangan kesalahan manusia: Dengan program yang tepat, robot dapat bekerja secara konsisten tanpa kesalahan manusia, mengurangi cacat produksi.

3.     Mampu bekerja di lingkungan berbahaya: Robot dapat digunakan di area yang berisiko tinggi seperti di bawah air, di luar angkasa, atau di lingkungan berbahaya.

4.     Otomasi tugas monoton: Robot dapat mengambil alih pekerjaan yang repetitif, membebaskan manusia untuk fokus pada tugas yang lebih kompleks.

Kekurangan:

1.     Biaya awal yang tinggi: Pembuatan dan pemeliharaan robot membutuhkan investasi besar, terutama untuk teknologi canggih.

2.     Kehilangan pekerjaan manusia: Otomasi dapat menggantikan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia, yang menyebabkan pengangguran di beberapa sektor.

3.     Kurangnya fleksibilitas: Robot hanya bisa melakukan tugas yang telah diprogramkan, sehingga sulit beradaptasi pada situasi tak terduga.

4.     Ketergantungan teknologi: Jika terjadi kerusakan atau kegagalan, produksi dapat terganggu.

B. JELASKAN TENTANG ROBOT HUMANOID DAN MANFAATNYA!

Robot humanoid adalah salah satu jenis robot yang penampilannya secara keseluruhan didasarkan pada bentuk manusia. Struktur robot ini secara keseluruhan memiliki dua kaki dengan tubuh utama bagian atas menghubungkan dua lengan dan leher dan kepala atau sebagai kombinasi dari beberapa manipulator yang dengan sendirinya dihubungkan bersama melalui sendi pinggang dan leher untuk meniru fungsi gerak pada manusia. Salah satu robot humanoid yang terkenal adalah robot ASIMO buatan HONDA yang ditunjukkan oleh Gambar 2.2.

Gambar 2.2 Robot Humanoid ASIMO buatan HONDA

Manfaat robot humanoid:

1.     Interaksi dengan manusia: Humanoid robot dapat digunakan dalam layanan publik atau sebagai asisten pribadi, karena bentuknya yang mirip manusia memudahkan interaksi.

2.     Penelitian medis: Robot humanoid dapat membantu dalam rehabilitasi pasien atau melakukan tugas-tugas yang memerlukan ketangkasan manusia.

3.     Pengujian AI: Robot ini ideal untuk menguji kemampuan AI dalam beradaptasi dengan lingkungan dan berinteraksi dengan manusia secara alami.

4.     Pendidikan: Robot humanoid digunakan sebagai alat pembelajaran dalam pendidikan teknik, terutama dalam bidang robotika dan AI.

C. JELASKAN FUNGSI MOTOR SERVO UNTUK ROBOT HUMANOID!

Gambar 2.3

Motor servo berfungsi menggerakkan sendi-sendi pada robot humanoid. Servo ini biasanya digunakan karena kemampuannya untuk memberikan kontrol yang presisi atas posisi sudut, kecepatan, dan torsi. Pada robot humanoid, servo dipasang pada bagian tubuh seperti lengan, kaki, atau kepala untuk menghasilkan gerakan yang halus dan realistis.

D. JELASKAN FUNGSI MOTOR DC UNTUK ROBOT HUMANOID!

Gambar 2.4

Motor DC digunakan untuk menghasilkan gerakan berkelanjutan pada robot humanoid. Fungsi motor ini terutama untuk menyediakan tenaga pada bagian-bagian tubuh yang membutuhkan rotasi terus-menerus, seperti roda atau sendi rotasional tertentu. Motor DC lebih sederhana dibandingkan servo, tetapi dapat disesuaikan kecepatannya dengan mengatur tegangan input.

E. JELASKAN FUNGSI TRANSMITER!

Transmitter berfungsi sebagai alat pengirim sinyal kontrol dari pengendali (remote control) ke perangkat atau robot. Dalam konteks robotika, transmitter mentransmisikan perintah dari pengguna ke robot untuk menjalankan instruksi, seperti menggerakkan lengan atau mengubah arah gerakan.

F. JELASKAN FUNGSI RECEIVER!

Receiver adalah perangkat yang menerima sinyal dari transmitter. Pada robot, receiver berfungsi menerima perintah dari pengendali dan meneruskannya ke mikrokontroler atau sistem robot untuk melakukan tindakan yang diminta

G. JELASKAN FUNGSI VIDEO SENDER

Video sender bertugas untuk mengirimkan sinyal video dari kamera robot ke penerima jarak jauh. Teknologi ini biasanya digunakan pada drone atau robot yang dilengkapi dengan kamera, memungkinkan operator untuk melihat apa yang ditangkap kamera dari lokasi jauh.

H. JELASKAN TENTANG VIDEO RECEIVER

Video receiver adalah perangkat yang menerima sinyal video yang dikirimkan oleh video sender. Pada sistem robotika yang dilengkapi kamera, video receiver memungkinkan operator menerima dan menampilkan video secara real-time untuk mengamati lingkungan robot.

I. JELASKAN TENTANG DTMF, BENTUK SIGNAL DTMF TONE 1 SAMPAI DENGAN TONE 9

DTMF adalah sistem pengiriman sinyal suara melalui frekuensi ganda yang digunakan pada sistem telekomunikasi untuk mengenali input dari keypad telepon. Setiap tombol pada telepon menghasilkan dua nada frekuensi berbeda (satu frekuensi tinggi dan satu frekuensi rendah) yang mewakili digit atau karakter tertentu.

     Bentuk Sinyal DTMF Tone 1 sampai dengan Tone 9:

·        Tone 1: 697 Hz & 1209 Hz

·        Tone 2: 697 Hz & 1336 Hz

·        Tone 3: 697 Hz & 1477 Hz

·        Tone 4: 770 Hz & 1209 Hz

·        Tone 5: 770 Hz & 1336 Hz

·        Tone 6: 770 Hz & 1477 Hz

·        Tone 7: 852 Hz & 1209 Hz

·        Tone 8: 852 Hz & 1336 Hz

·        Tone 9: 852 Hz & 1477 Hz

4. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN

A. BUAT DESAIN ROBOT HUMANOID MENGGUNAKAN 3D SMAX

                    

 


Spesification humanoid Robot Dipole31

Height

125 cm

Weight

53 kg

Waking speed

0~1.0 km/h

Step period

0.9~1.0 sec

Grasping force

0.5 kg/finger

 

Actuator

DC servo motor + Harmonic drive gear/planetary gear

 

Control Unit

Walking control unit, Motor control unit, Data transmission unit

 

 

Sensory devices

3-axis Force/Torque sensor (wrist , foot)

Rate Gyro/Acceleration sensor (trunk) CCD camera (eye)

 

Power supply

Battery

Ni-MH (24V/6.6AH, 12V/9.9AH)

External

12 V, 24V

 

B. BUAT DESAIN BLOK

DIAGRAM RANGKAIAN ROBOT HUMANOID

5. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL


B. BAHAS TENTANG GERAKAN TUBUH ROBOT DENGAN ANALISA DATA TONE, KONTROL GERAK TUBUH

Pembahasan Tentang Gerakan Tubuh Robot dengan Analisa Data Tone dan Kontrol Gerak Tubuh pada Robot Humanoid

Robot humanoid adalah jenis robot yang dirancang menyerupai tubuh manusia baik dari segi bentuk maupun fungsi geraknya. Salah satu aspek penting dalam pengembangan robot humanoid adalah bagaimana mereka mampu meniru gerakan tubuh manusia secara halus dan realistis. Dua aspek utama dalam kontrol gerakan tubuh robot humanoid adalah data tone dan kontrol gerak.

  1. DataTone
    Data tone mengacu pada parameter yang menggambarkan tegangan atau kekuatan otot virtual dalam robot humanoid. Sama seperti manusia menggunakan otot untuk menggerakkan anggota tubuh, robot humanoid menggunakan aktuator dan motor untuk menggerakkan komponennya. Data ini memberikan informasi tentang tingkat kekakuan, kelenturan, dan tenaga yang dibutuhkan untuk setiap gerakan. Analisa data tone sangat penting untuk memastikan gerakan robot terlihat natural dan tidak kaku. Jika parameter tone terlalu rendah, gerakan robot bisa menjadi lamban dan tidak stabil, sementara jika terlalu tinggi, gerakan robot menjadi kaku dan mekanis.
  2. Kontrol Gerak Tubuh

Kontrol gerak tubuh melibatkan pengendalian posisi dan kecepatan berbagai komponen robot. Ini mencakup pengaturan motor servo, pengolahan sinyal sensor, dan algoritma kontrol untuk menghasilkan gerakan yang tepat. Sistem kontrol robot humanoid biasanya dilengkapi dengan sensor IMU (Inertial Measurement Unit) untuk memantau orientasi tubuh, giroskop untuk mengukur kecepatan rotasi, dan akselerometer untuk mengukur percepatan. Melalui penggabungan data ini, robot dapat mempertahankan keseimbangan, berjalan, dan melakukan gerakan yang kompleks seperti membungkuk, mengayunkan lengan, atau memutar kepala.

Teknik Kontrol Gerak:

a.      PID Control (Proportional-Integral-Derivative Control) adalah teknik kontrol yang banyak digunakan untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas gerakan robot humanoid. PID control bekerja dengan cara menghitung selisih antara posisi aktual dan posisi target, lalu mengkoreksi gerakan berdasarkan tiga parameter (proportional, integral, derivative).

b.      Machine Learning juga mulai diterapkan dalam kontrol gerak tubuh pada robot humanoid. Melalui pembelajaran dari dataset gerakan manusia, robot dapat belajar bagaimana meniru gerakan dengan lebih alami.

Implementasi dalam Humanoid Robot:

Beberapa robot humanoid canggih seperti ASIMO dan Atlas telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam meniru gerakan tubuh manusia secara realistis. Mereka menggunakan kombinasi kontrol motor presisi tinggi, sensor-sensor canggih, dan algoritma pembelajaran untuk menyesuaikan gerakan mereka dalam berbagai lingkungan.

6. KESIMPULAN

Gerakan tubuh robot humanoid merupakan salah satu tantangan utama dalam pengembangan robotika canggih. Melalui analisa data tone, para insinyur dapat mengatur tingkat kelenturan dan kekakuan pada setiap gerakan robot, sementara kontrol gerak tubuh memungkinkan robot untuk bergerak dengan presisi tinggi dan menjaga keseimbangan. Penggunaan metode kontrol seperti PID dan pembelajaran mesin semakin memungkinkan robot humanoid untuk meniru gerakan manusia secara lebih realistis dan responsif. Keberhasilan dalam mengintegrasikan sistem ini dapat meningkatkan kemampuan robot humanoid untuk berfungsi dalam berbagai lingkungan kerja dan berinteraksi dengan manusia.

7. REFERENSI

Jones, G. R. (2021). Introduction to Robotics: Mechanics and Control. Pearson.

Singh, S. (2020). Robotics Engineering and Fundamentals. McGraw-Hill

Siciliano, B., & Khatib, O. (2016). Springer Handbook of Robotics. Springer.

Goswami, A., & Vadakkepat, P. (2019). Humanoid Robotics: A Reference. Springer.

Kajita, S., Hirukawa, H., Harada, K., & Yokoi, K. (2014). Introduction to Humanoid Robotics.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS 6